Pages

Saturday, March 26, 2011

Canda Rasulullah (Jujur dan Bermanfaat)

Di tengah kesibukan kita adakalanya kita butuh sesuatu yang fresh, yang tentunya dapat menyegarkan kembali jiwa kita. Mungkin canda adalah salah satu solusinya. Ya, canda memang dapat menghibur, mencairkan suasana, menghilangkan ketegangan, menenangkan keresahan dan meredakan amarah. 
Bahkan, tak jarang di dalam setiap canda yang kita berikan akan tercermin rasa persaudaraan dan persahabatan yang seakan penuh keakraban… Di satu sisi, canda yang dapat membuat orang lain senang dapat disebut sebagai kebaikan karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengisyaratkan dalam haditsnya bahwasanya senyum yang dengannya orang menjadi senang adalah suatu kebaikan.

Beliau bersabda,
“Senyummu untuk saudaramu, adalah shadaqah bagimu…” (HR. At Tirmidzi)

Namun tentunya canda juga ada batasannya, seperti tidak berlebihan apalagi kalau sampai berdusta sebagaimana Rasulullah bersabda:
“Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa, celakalah!” (HR. Abu Dawud)

Tentunya ada seseorang yang layak dijadikan teladan bagi kita dalam masalah yang satu ini. Siapa lagi kalau bukan sang leader kita Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Salam. Ya dibalik ketegasannya Rasulullah juga mempunyai sisi humoris sebagai seorang manusia. Berikut beberapa canda beliau.

1) Anak Unta
Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Salam, dan dia meminta agar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Salam membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya.
Rasulullah berkata : “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”.
Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat.
“Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?”
Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta”
Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

2) Wanita Tua & Syurga
Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?”
Rasulullah menjawab : “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”.
Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”.
(riwayat At Tirmidzi, hadist hasan)

3) Pelukan Rasulullah
Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”.
Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. 
Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat.

Zahir : “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah.
Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih meng-eratkan pelukan Rasulullah.
Rasulullah berkata : “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??”
Zahir : “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai dipandangan mereka”
Rasulullah : “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. .
Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?”
Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai dipelukkan Rasulullah.
(Riwayat Imaam Ahmad bin Hambal dari Anas radiyallahu anhu)

Subhanallah… Canda segar seperti inilah yang akan menimbulkan senyuman – senyuman manis dari orang – orang di sekitar kita serta dapat menjadikan pergaulan serasa hangat dan penuh keindahan…
Wallahu’alam.

Jadi Aktivis Dakwah?? Siapa takut !

Aktivis dakwah, kata kata yang sudah tak asing lagi ditelinga para pemuda pemudi tarbiyah..
Tapi tentu saja masih asing di telinga orang awam ya.
Okelah, saya paparkan dengan mudah aja ya..
Aktivis dakwah adalah seseorang atau sekumpulan orang orang yang pada hakikatnya dipilih secara khusus oleh Allah untuk menegakkan islam dalam 1 komunitas tertentu.
Misalnya bagi yang masih SMA, biasanya Aktivis dakwahnya disebut dengan 'Anak Rohis'..
Bagi yang sudah kuliah, disebut ADK (Aktivis Dakwah Kampus).
Beda halnya dengan yang dalam skala besar yang bergerak dalam masyarakat, mereka akan disebut sebagai suatu Jama'ah..



Misalnya, Salafi, Ikhwanul Muslimin, Muhammadiyah, dan masih banyak lagi.. 
Tapi tujuan dari semuanya tetap 1, yakni menyebarkan dan menegakkan Islam di bumi Allah..


Aktivis Dakwah dalam masyarakat, kita tidak bahas dulu ya, karna skalanya terlalu besar..
  Saya belum mampu membahas kesana..  hehehe

Yang kita bahas adalah seputar Anak Rohis dan ADK..
Seperti apa sih Aktivis Dakwah itu??

Yang pasti, secara sikap, dan keimanannya, mereka harus mampu melebihi atau mengimbangi taraf keimanan orang orang 'awam' yang akan didawahinya,
Karena, bagaimana mungkin seorang yang ilmu dan imannya masih cetek, tapi malah mendakwahi orang orang yang 'mungkin' keimanannya lebih tinggi.

Selain itu segala dakwahan yang mereka sampaikan, haruslah tercermin dalam kehidupan mereka sehari hari.

Mari merenung sejenak..

Sudah berapa lama kita ikut pengajian?
Sudah berapa kitab yang kita baca?

Sudah berapa muhadhorah yang kita dengarkan?


Sungguh suatu kenikmatan ketika seseorang bisa aktif ikut pengajian, akan tetapi apakah kita siap untuk menjawab pertanyaan yang pasti akan ditanyakan kepada kita semua, sebagaimana yang dikabarkan Nabi saw.:

وعَنْ عِلْمِهِ, مَاذَا عَمِلَ فِيهِ؟

“Dia akan ditanyakan tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan dari ilmunya?”

Tapi, bagi yang merasa ilmu nya masih cetek, jangan down dulu.

Karena pada dasarnya, Semua orang berhak dan bahkan Wajib untuk menjadi da'i..
So, yuk dari sekarang kita mulai bina diri kita kearah yang lebih baik, SAMBIL mengajak orang lain untuk berubah juga (baca: berdakwah).

Beberapa Hal yang kudu diperhatiin aktivis dakwah:

1. Niat, Ilmu, dan Amal

Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan (HR. Bukhori)

nah, saatnya tanya ke hati kita, apa yang menjadi niat kita saat bergabung dalam barisan dakwah?

Ikhlas lillahi Ta'ala?
Cari muka sama lawan jenis?
Iseng iseng doank?
atau ada alasan lain?
Ingatlah, apa yang kita niatkan di awal, karena itulah yang akan kita dapat.

Selanjutnya, adalah Ilmu,

sebagai aktivis dakwah sudah semestinya kita memiliki banyak ilmu untuk bekal kita dalam kehidupan dan juga untuk bekal dalam berdakwah.

Ada banyak keuntungan bagi orang yang berilmu, salah satunya, keberadaan kita akan ditinggikan loo disisi Allah.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat. (Q.S. Al-Mujadalah: 11)

Ada banyak sekali lahan ilmu yang bisa kita manfaatkan,

Pengajian rutin di masjid, Forum Halaqoh, Baca Buku, Tadabbur Al qur'an, Diskusi bersama ulama, dan masih banyak lagi.

Next, Amal.

Sekarang kita telah memiliki niat yang baik, dan Ilmu yang mantap, namun masih akan sangat kurang jika tidak disertai dengan amalan yang baik..
Gunakanlah Niat dan Ilmu kita untuk memperkokoh amalan amalan kita..
Jangan sampai Ilmu-ilmu yang kita miliki tidak kita amalkan dalam kehidupan.

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يُسأَلَ عَنْ خَمْسِ خِصَالٍ”،

“Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang lima perkara.”
Di antara lima perkara tersebut yang disebutkan oleh Nabi saw.:
وعَنْ عِلْمِهِ, مَاذَا عَمِلَ فِيهِ؟
“ Dia akan ditanyakan tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan dari ilmunya?”

2. Gaya Pakaian dan Kata kata itu PENTING!!


Untuk para Ikhwan dan Akhwat, sudah ada ciri khas masing masing dalam berpakaian, so, jangan sampai terkotori dengan hadirnya Ikhwan Akhwat yang berbusana layaknya anak muda 'zaman sekarang' yang sudah tak terkontrol lagi nilai spiritualnya.

Kalau dipikir pikir, mana ada manusia yang mau didakwahin sama orang yang gaya nya slenge'an, atau full style, ya kan? (ya iyalah!)
Perlihatkan lah keindahan diri kita..
Mulakan dengan keindahan hati, lanjutkan dengan keindahan kata kata, lengkapi ia dengan keindahan penampilan.
Aura luar biasa pun akan kita miliki, sehingga tidak akan sulit untuk bisa diterima oleh suatu masyarakat.
:)

Siapa saja yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia mengatakan yang baik atau diam (Ibnu Majah)


Sebaik-baik manusia ialah seorang muslim yang dirinya dan orang lain selamat dari kejahatan lisannya”.

3. Ini nih yang paling penting, SEMANGAT !, PANTANG MENYERAH!

Tau lagunya nasyid Saujana ga?
Yang judulnya, Suci Sekeping Hati..

Jalan kebenaran

Tak akan selamanya sunyi...
Ada ujian yang datang melanda..
Ada perangkap menunggu mangsa...


perlu diingat, tidak selamanya perjuangan dalam dakwah itu mudah,

akan ada banyak sekali rintangan.
baik itu rintangan dari luar, ataupun rintangan dari dalam..

yang dibutuhkan disini adalah ke istiqomahan kita dalam berjuang.
Tak kenal menyerah,
Tak kenal takut,
Dan terus tingkatkan semangat juang, hingga dakwah ini membawa perubahan bagi kita dan orang banyak.


Tetap semangat saudara saudaraku...
Jalan kita masih panjang.
Ayyuhal ikhwah,
Mari kita kembalikan Kejayaan islam dengan semangat jihad dan kebersamaan kita..